Senin, 03 April 2017

Ayo Berbisnis Properti! Untungnya Pake Banget Lho!



Mengapa bisnis properti dianggap sebagai salah satu bisnis yang paling menjanjikan, paling menguntungkan, dan paling menggairahkan dari tahun ketahun?

Jawabannya sederhana.

Jika kita melirik pada sensus penduduk tahun 2010, jumlah penduduk di Indonesia kurang lebih 240,7 juta. Sedangkan pada tahun 2016, jumlah penduduk meningkat menjadi 257,9 juta. Terdapat kenaikan sekitar 17,2 juta. Artinya, setiap tahun setidaknya penduduk bertambah sebanyak 2,8 juta. Sebuah angka yang fantastis bukan?

Tentu saja bertambahnya jumlah penduduk tersebut tidak lepas dari kebutuhan paling dasar manusia (kebutuhan primer) berupa papan (rumah/property).

Properti sebagai tempat tinggal sangat dibutuhkan oleh banyak orang. Bahkan, sebenarnya dari semua penduduk Indonesia yang berjumlah 257,9 juta di tahun 2016 lalu, tidak semuanya punya rumah. Tidak sedikit di antara mereka yang tinggal di kost-kostan, mengontrak rumah, apartemen, atau masih menumpang di rumah orangtua.

Apakah sebagian besar mereka yang belum punya properti berencana untuk membeli rumah? Jawabannya adalah, ya! Hampir semua mereka merencanakan ingin punya rumah. Dan paling tidak, mulai menabung untuk itu. Artinya, suatu saat mereka akan membeli sebuah rumah.

Melihat banyaknya jumlah orang yang membutuhkan rumah, tidak heran apabila rumah dari tahun ke tahun harganya terus naik. Bahkan rumah yang lokasinya berada di tempat yang sangat tidak strategis dan tidak ideal sekalipun, seperti rumah yang berada di lokasi banjir, jauh dari kota, harganya juga tidak pernah jalan di tempat. Melainkan, terus naik dari waktu ke waktu. Alasan utama mengapa harga tanah maupun rumah terus naik adalah karena kebutuhan orang akan rumah yang mendesak maupun tidak mendesak terus bertambah.

Sesuai dengan prinsip ekonomi, semakin sedikit stok dan semakin banyak permintaan, maka harga akan meningkat.

Jangan lupa, baru-baru ini kita dikejutkan dengan harga cabe yang sebelumnya hanya berkisar pada harga 20ribuan bahkan mungkin paling mahal 60-70ribuan. Tapi tiba-tiba tahun ini kita menemukan cabe harganya lebih dari Rp100.000. Luar biasa. Ini bisa jadi sebuah fenomena yang mengejutkan bagi banyak orang, dimana harga cabe bersaing ketat dengan harga daging.

Hal tersebut bisa terjadi karena cabe yang langka dan permintaan akan cabe tidak pernah surut. Tentunya hal tersebut juga bisa terjadi pada properti atau rumah. Harganya akan terus melambung karena semakin banyak orang yang membutuhkannya.

Jika anda ingin berbisnis properti, Anda bisa belajar properti mulai dari: membangun dari awal bisnis properti jual beli tanah, mempelajari bagaimana cara membeli, apa saja syaratnya dan bagaimana cara menjualnya. Anda juga bisa belajar bisnis perumahan dengan menjadi agen bisnis properti, membuat sendiri website online bisnis properti, dan masih banyak hal yang bisa di dalami atau digeluti dalam bisnis properti yang tentu saja akan mendatangkan banyak keuntungan. Ayo tunggu apa lagi, mulailah belajar dan berinvestasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar