3 Faktor Penting Dalam Memilih Pompa Air

Secara umum, untuk memilih pompa air dapat dapat diketahui dengan menjawab beberapa pertanyaan ini. Pertama; Apa jenis sumber airnya, apakah berasal dari sumur gali, sumur bor, atau penampungan air? Dan kedua; berapa kedalaman permukaan air dari sumber air, terutama pada saat musim kemarau?

Tanpa informasi tersebut, bukan anda saja yang bingung, penjual pompa juga akan mengalami kebingungan dalam menyediakan produknya untuk anda. Untuk itu, sebelum anda membeli pompa, perhatikan beberapa faktor dalam memilih pompa air berikut ini:


Kedalaman Air

Ukurlah kedalaman permukaan air dari permukaan tanah di mana pompa akan dipasang. Ingat, kedalaman air, bukan kedalaman sumur. yang sering diberikan oleh konsumen adalah kedalaman sumur. Kedalaman sumur berbeda dengan kedalaman permukaan air.

Pipa bisa saja anda benamkan sampai 30 m walaupun permukaan airnya berkedalaman hanya 3 m. Kedalaman permukaan air adalah jarak dari permukaan air hingga ke pompa air secara vertical. Bila sumber air yang akan dipasangi pompa adalah sumber air yang relatif konstan, anda dapat mengukur ketinggian air memasukkan benang yang diberi pemberat. Yang harus anda perhatikan adalah kemungkinan penurunan permukaan air di musim kemarau, anda bisa menambah 1 sampai 2 meter dari pengukuran saat musim hujan.

Dengan memiliki informasi kedalaman air akan lebih mudah memiliki pompa jenis apa yang tepat. Bila kedalaman permukaan air kurang dari 7 meter, maka anda cukup hanya menggunakan pompa untuk sumur dangkal. Jenis pompa air sumur dangkal bisa yang manual ataupun otomatis, dengan daya listrik antara 125 watt - 200 watt.

Pompa air sumur dangkal sekalipun dengan daya listrik besar bukan berarti daya hisap semakin kuat, sebab daya hisap pompa air dangkal optimal hanya hingga kurang lebih 7 meter.

Jenis pompa

Jenis pompa ditentukan lewat kedalaman air. Untuk kedalaman permukaan air kurang dari 7 meter, pilih pompa sumur dangkal, untuk kedalaman 7 sampai dengan 9 m pilih pompa sumur dangkal tipe semi jet pump. Bila kedalaman permukaan sumber air diatas 9 meter, maka lebik baik menggunakan pompa air berjenis jet pump.

Daya Listrik

Umumnya, pompa air untuk sumur dangkal memiliki daya listrik sebesar 125 atau 200 watt, sedangkan semi jet pump adalah 100 sampai 250 watt. Daya listrik yang lebih besar tidak berarti dapat menghisap lebih dalam. Contoh: Dengan daya 150 watt, kapasitas air, dalam arti volume air yang dikeluarkan oleh pompa per jam, lebih besar daripada yang 125 watt.

Perlu diingat bahwa untuk pertama kali start, pompa air selalu membutuhkan dua kali dari kapasitas listrik normalnya. Pompa air sumur dangkal berdaya listrik 200 watt, pada saat start akan memerlukan daya listrik sebesar 400 watt. Bisa dipastikan bila anda hanya memiliki daya listrik 450 watt, maka anda tidak dapat menggunakan pompa jet pump atau pompa semi jet pump berdaya 250 Watt ke atas.

Terakhir, sebelum membeli pompa air, perhatikan juga budget anda. Jika budget anda lebih, belilah produk yang mereknya sudah terkenal, karena hal ini berhubungan juga dengan kualitas dan daya tahan produk tersebut. Namun apabila budget anda pas-pasan, berkonsultasilah dengan orang yang ahli pompa air mengenai produk dengan merk kelas menengah yang cukup berkualitas.