Jumat, 26 Agustus 2016

Apakah Industri Manufaktur di Indonesia Menguntungkan?




Mungkin banyak diantara kita yang masih awam dengan istilah industri manufaktur. Apa sebenarnya industri manufaktur itu? Industri manufaktur adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan salah satu cabang bidang industri. Singkatnya, industri manufaktur adalah industri yang merubah bahan mentah menjadi barang jadi yang bernilai. Misalnya, dari kain dibuat menjadi pakaian, kulit dibuat menjadi sepatu, atau kayu gelondongan yang dibuat menjadi tripleks, dibuat menjadi ukiran, dan bisa juga tepung yang diolah menjadi mie instan, dan lain-lain.

Jika melihat gambaran diatas, tidak sulit untuk menyimpulkan bahwa industri manufaktur adalah salah satu industri yang sangat menjanjikan terutama untuk usaha kecil menengah. Kebanyakan, industri manufaktur bisa dikerjakan dengan modal yang kecil, bisa dilakukan sendiri maupun secara berkelompok di rumah, dan bisa juga dalam skala besar.

Industri manufaktur memanfaatkan peralatan dan teknologi yang sederhana, walaupun saat ini sudah banyak yang menggunakan peralatan dan teknologi yang kompleks serta modern. Namun Selain itu, rata-rata industri manufaktur membutuhkan tenaga kerja terampil (SDM).

Bagaimana prospek industri manufaktur di Indonesia? Apakah cukup menjanjikan? Karena tentunya beberapa diantara kita mungkin ingin berinvestasi pada industri manufaktur atau ingin membuka lapangan usaha sendiri.

Menurut beberapa sumber, industri manufaktur di Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup baik. Walaupun mendapatkan gempuran dari industri manufaktur asing, namun industri manufaktur di Indonesia dilaporkan bisa bertahan dan cukup menjanjikan.

Jika mengutip apa yang dikatakan oleh Direktur Jenderal--Organisasi Pengembangan Industri Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIDO), perkembangan manufaktur di Indonesia menurut data tahun 2016 menempati rangking ke-10 sebagai negara industri manufaktur yang berhasil.

Dengan keberhasilan Indonesia menempati peringkat 10 dunia industri manufaktur membuat banyak investor yang tertarik untuk menjalin kerjasama dan ikut mendukung industri manufaktur yang ada di Indonesia.

Saat ini, Organisasi Pengembangan Industri Perserikatan Bangsa-Bangsa bekerjasama dengan pemerintah Indonesia melalui ketementrian untuk mengembangkan 13 sektor. Dari 13 sektor tersebet, saat ini baru 5 sektor yang sudah digarap. Melihat data tersebut, tentu ada banyak peluang yang bisa kita manfaatkan sebagai tempat berinvestasi, lebih-lebih, 8 sektor lainnya saat ini masih dikembangkan.

Kerjasama dengan UNIDO setidaknya memakan biaya hingga 40 juta dolar atau setara 528 miliar rupiah.

Industri manufaktur di Indonesia sangat didukung oleh pemerintah. Terlebih presiden kita saat ini (2012-2017) juga merupakan orang yang besar dan tumbuh di dunia manufaktur. Tidak heran apabila dukungan yang didapatkan bagi pengusaha manufaktur, baik yang berskala kecil maupun menengah sangat besar. Jadi kesimpulannya, industri manufaktur di Indonesia sangat menjanjikan dan akan sangat menguntungkan apabila digarap.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar