Rabu, 07 September 2016

Harga Bahan Pokok Naik Menjelang Idul Adha

Sebentar lagi umat Muslim di seluruh dunia akan merayakan hari Idul Adha. Bagi yang mampu berkurban maka diwajibkan untuk berkurban. Di tengah suka cita menyambut Idul Adha ini, masyarakat Indonesia selalu dihantui dengan berita saham dan ekonomi terbaru di Indonesia bahwa harga bahan pokok yang mulai menanjak. Bahkan meski pun pada hari raya Idul Adha banyak umat Muslim yang berkurban tidak membuat harga daging turun. Tentu saja hal ini sangat disayangkan.


Apalagi negara yang dominasi Muslim ini tiap kali menyambut hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha harga bahan pokok selalu melonjak. Sehingga hal ini membuat para masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi menengah ke bawah merasakan efek yang cukup signifikan dalam hal daya beli kebutuhan sehari-hari saat mendekati momen hari raya.

Walaupun pemerintah telah mengupayakan banyak hal salah satunya mengimport bahan-bahan pokok dari luar pun masih tidak menyelesaikan masalah. Justru menjadi tanda tanya mengapa justru pemerintah mengimport dari luar, bukannya memaksimalkan potensi di negara sendiri. Seharusnya pemerintah juga harus memberantas para tengkulak yang suka memainkan harga bahan pokok setiap kali menjelang hari raya.

Salah satu usaha pemerintah untuk menstabilkan harga bahan pokok di pasar adalah dengan melakukan operasi pasar. Sayangnya operasi pasar ini sering dimanfaatkan oleh orang-orang yang memiliki ekonomi menengah ke atas untuk mendapatkan untung. Sehingga terkadang operasi pasar ini kurang efektif.

Ada juga program pemerintah yang membagikan beras kepada orang-orang yang kurang mampu. Sayangnya terkadang kualitas beras yang dibagikan pun kurang bagus. Sehingga kebanyakan orang menjualkan kembali untuk mendapatkan beras yang memiliki kualitas lebih bagus.

Menyiasati Harga Bahan Pokok yang Naik

Sebagai rakyat Indonesia kita pun harus menyiasati anggaran belanja agar tidak membengkak. Meski ini bukan solusi mutlak tapi sebagai rakyat kita hanya dapat mengatur keuangan sendiri. Dan jangan lupa untuk senantiasa tawakal kepada Allah azza wa jalla.

Selain itu kita juga dapat mulai dengan menanam sendiri tumbuhan yang sekiranya dapat ditanaman di halaman rumah seperti cabai. Apalagi cabai ini sering sekalli mengalami lonjakan harga ketika menjelang hari raya.

Sebenarnya yang membuat harga bahan pokok naik adalah karena banyaknya permintaan masyarakat terhadap bahan pokok tersebut. Coba bayangkan jika masyarakat berhenti membeli ketika harga barang tersebut mahal, maka seketika itu barang tersebut tidak laku, dan harga akan kembali normal. Hanya saja karena memang masyarakat Indonesia ini kurang bisa menahan kebiasaan konsumtifnya, akhirnya berujung pada harga yang dipermainkan oleh tengkulak.

Peduli dengan Perekonomian Indonesia

Sebagai masyarakat, kita juga perlu melek terhadap perkembangan ekonomi di negara sendiri. Caranya adalah dengan membaca portal berita Indonesia Okezone yang memberitakan berita saham dan ekonomi terbaru di Indonesia. Sehingga kita pun tidak buta dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang terus berusaha untuk menstabilkan perekonomian di Indonesia.

Untuk mendukung perekonomian Indonesia kita pun dapat menggunakan produk-produk Indonesia. Selain untuk mendukung para penjual lokal dengan mencintai produk Indonesia dapat memperkuat Rupiah terhadap nilai mata uang asing lainnya, misalnya Dollar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar