Kamis, 21 Februari 2019

Mengenal Berbagai Jenis dan Tipe Oli Motor Berdasarkan Fungsinya

sumber : Shopee.co.id

Oli merupakan salah satu komponen terpenting dari kendaraan yang berfungsi sebagai pelumas pada mesin motor. Agar motor lebih awet dan terawat anda harus sering mengecek dan menggantinya setiap 1 hingga dua bulan sekali. Terutama pada pengendara motor yang sering bepergian jauh harus sering sekali mengganti oli tersebut. Jika oli motor sudah terlalu lama dipakai akan mengakibatkan mesin terasa cepat panas, dan efeknya mesin akan menjadi rusak serta berdampak pada komponen mesin itu sendiri. Maka dari itu penting memilih oli yang cocok untuk kendaraan kita sendiri.

Pada umumnya semua jenis oli adalah sama dengan yang lainya yaitu berfungsi untuk bahan pelumas bagi mesin agar komponen mesin tidak mengalami masalah dan bebas dari gangguan sekaligus sebagai pendingin. Dengan lapisannya yang halus oli dapat melindungi komponen yang ada dalam mesin dan mencegah terjadinya sebuah gesekan atau goresan. Untuk itu berikut ini beberapa jenis dan tipe oleh yang telah kami rangkum berikut ini.

Oli mineral
Jenis oli mineral biasanya terbuat dari bahan oli dasar yang sudah disempurnakan dan di tambahkan beberapa bahan lain pada minyak bumi guna untuk meningkatkan kemampuanya.

Oli sintetis

Biasanya oli ini terbuat dari komponen yang tidak menggunakan bahan baku dari minyak bumi yang telah diubah sedemikian rupa melalui proses kimia. Oli ini berfungsi untuk dapat mengatasi temperatur yang ekstrem agar kinerja yang diperoleh lebih efektif dan optimal dari oli mineral.

Oli Semi Sintetik

Oli yang berbahan dasar dari campuran antara oli sintetik dan oli mineral ini dapat menghasilkan kualitas pelumas yang cukup baik dan harganya sendiri relative murah. Jadi oli jenis ini sangat cocok bagi pengendara yang rutin dalam mengganti oli di jangka waktu yang singkat.

Oli vegetable

Oli jenis ini terbuat dari tumbuhan yang telah diproses dan disuling menjadi minyak. Harganya yang cukup mahal sebanding dengan kualitas pada oli ini. Selain karena memiliki kualitas yang paling baik diantara oli lainya, Oli Vegetable juga sering dipakai ketika saat perlombaan kendaraan motor racing. Oli ini memiliki jangka waktu yang cukup cepat dikarenakan proses oksidasi yang sangat cepat sehingga harus langsung menggantinya sesudah digunakan saat pertandingan.

Sering kita ketahui setiap oli tidak memiliki kekentalan yang sama dengan oli lainya, dan diperlukan pemilihan oli yang cocok bagi kendaraan sepeda motor matic kita sendiri. Society of Automotive Engineers (SAE) sendiri telah mengatur grade (derajat) pada oli. Sebagai contohnya beberapa tipe viskositas dan ambien temperature pada standar oli di berbagai negara yaitu :

5W-30 untuk cuaca yang dingin, 10W-30 untuk negara yang memiliki beberapa iklim dan 15W-30 cocok untuk cuaca yang panas terutama di kawasan Indonesia.

API atau American Petroleum Institute mulai memperkenalkan simbol kekentalan oli pada 01 Juni 2001 lalu. Ada 2 tipe API yaitu API service dan API mesin diesel.

API service dapat diurutkan pada mesin-mesin keluaran lama diantaranya yaitu API mesin bensin SN (Current) yang diperkenalkan pada tahun 2004, oli yang didesain berfungsi untuk memberikan resistensi oksidasi yang lebih baik dalam mengatur temperature.

SL (Current) merupakan oli dengan kategori terakhir sampai saat ini, diperkenalkan pada tahun 2001 lalu. Selain itu oli ini didesain hampir sama dengan SN yaitu mampu menjaga temperatur dan mengontrol deposi agar lebih baik dalam mengonsumsi oli yang lebih rendah.

API mesin diesel diantaranya yaitu CJ-4 memiliki kriteria performa yang lebih baik, diperkenalkan pada tahun 2006. Oli ini didesain untuk mesin high speed yang memenuhi standar emisi pada tahun 2007.

Selain itu kita juga harus menjaga kebersihan oli motor ketika benda-benda asing atau partikel kecil masuk pada dalam mesin kita hingga terjadi kontaminasi yang dapat merusak mesin yang ada di bagian dalam motor. Terdapat beberapa macam jenis pencemaran yang bisa terjadi pada oli dalam mesin.

Keausan yang terjadi pada elemen-elemen dari tembaga, besi, cromonium, aluminium, timah, silicon, nikel, dan molybdenum mengakibatkan mesin bermasalah.

Kotoran dapat masuk kedalam oli pada mesin lewat udara atau hembusan angin yang melewati sela-sela pada mesin. Bahan bakar pun juga menjadi factor dalam pencemaran pada oli mesin. Air juga merupakan yang tidak boleh tercampur pada oli di dalam mesin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar