Kamis, 21 Februari 2019

Bagaimana Cara Kerja Sepeda Motor Matic?



Motor CTV atau pada umumnya kita mengenalnya dengan sepeda motor matic merupakan salah satu kendaraan roda 2 yang sistemnya tidak menggunakan roda gigi. Motor ini lebih memakai V-belt dan pully variable untuk mendapatkan rasio gigi yang bisa bervariasi.

Sepeda motor matic memang sangat mudah digunakan, Anda cukup menarik gasnya saja dan tidak perlu lagi memindahkan gigi untuk melakukannya. Tidak heran kalau semakin banyak orang lebih suka dengan motor bertipe matic. Bahkan orang yang baru belajar motor memilih matic karena kemudahannya dan mengurangi terjadinya over gigi.

Tentunya cara kerja sepeda motor matic dengan yang bergigi tidak sama. Bagi Anda yang belum tahu, berikut penjelasannya.

Saat Putaran Mesin Rendah
Ketika putaran mesin serta stasioner gaya centrifugal bergerak saat adanya pergesekan sepatu dengan unit kopling, tegangan pada pegas centrifugal masih belum bisa dikalahkan, sehingga sepatu geseknya tidak sanggup memutar koplingnya dan tidak bisa bekerja.

Putaran mesinnya yang sudah sempat mendapatkan tenaga dan disalurkan oleh transmisi tidak akan melakukan proses apapun. Kondisi tersebut membuat sepeda motor matic tidak akan berjalan.

Saat Putaran Mesin Berjalan
Berbeda kalau kerja sepeda motor maticnya ditambahkan putaran mesin 3000 rpm. Mesin sepatu akan terjadi pergesekan yang besar yang diakibatkan oleh gaya centrifugal. Dengan begitu, sepatu kopling nantinya akan keluar dan menempel pada rumah kopling. Kondisi itu membuat tenaga perputaran mesinnya diteruskan ke roda belakang dan sepeda motor bisa berjalan.

Saat Mesin Diputaran Menengah
Kondisi kerja sepeda motor akan berbeda kalau mesin berada di putaran menengah. Ketika mesin menerima tenaga menaik, maka kecepatannya ikut berada di putaran menengah serta roller pemberat yang ada di bagian drive pulley akan menerima gaya centrifugal yang cukup besar, sehingga pemberat tersebut akan keluar dan menekan pulley-nya.


Ketika pulley tertekan, bagian drive pulley akan bergerak ke arah yang lebih sempit dan mendorong bagian belt ke arah diameter yang besar. Sepeda motor akan menambah kecepatannya ketika belt yang terdapat di driven pulley masih ada di posisi yang lebih kecil yang membuat rasio transimisnya ikut mengecil dan kecepatannya pun bertambah.

Saat Putaran Mesin Berkecepatan Tinggi
Ketika Anda memberikan tenaga pada sepeda motor Anda yang lebih tinggi, maka mesin putaran juga akan ikut meninggi. Hal tersebut akan membuat bagian roller yang ada di drive pulley menerima gaya centrifugal dan menjadikannya lebih kuat. Saat itulah roller akan keluar dan pulley yang terdapat di drive pulley terdorong semakin kuat.


Pulley yang menerima tekanan kuat itu akan bergerak ke arah yang lebih sempit dan mendorong belt ke diameter yang semakin besar. Sepeda motor akan melaju semakin cepat ketika sabuk yang ada di driven pulley menerima tarikan yang lebih besar, membuat pegas di driven pulley tertekan.

Penekanan tersebut dilakukan agar pegas bisa menggeser drive pulley ke arah yang lebih lebar. Kondisi itulah yang membuat rasio transmisi berubah lebih kecil, sehingga kecepatan sepeda motor Anda akan semakin cepat.


Dari proses kerja sepeda motor matic di atas, pastinya Anda akan lebih memahaminya. Mungkin akan berguna kalau Anda seorang teknisi sepeda motor, sehingga ketika membetulkannya tidak ada lagi yang salah. Tapi kalau Anda ingin mencari informasi mengenai motor matic, sport, dan sebagainya, coba saja buka situs https://www.yamaha-motor.co.id/products.

Di situs tersebut tersedia spesifikasi lengkap berbagai macam sepeda motor Yamaha. Mulai dari Maxi Yamaha, Sport, CBU, ATV, Naked Bike, dan Yamaha Movistar Livery. Jadi, Anda tidak perlu bingung lagi mencari informasi motor Yamaha impian Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar