Rabu, 04 Desember 2019

Jasa Pengurusan SIUJK: Karakteristik Segmen Pasar Berbagai Bentuk Perusahaan


Permintaan badan usaha jasa konstruksi terhadap keberadaan jasa pengurusan SIUJK semakin meningkat di tengah maraknya pembangunan infrastruktur yang dijalankan oleh pemerintah. SIUJK yang merupakan Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi merupakan dokumen yang wajib dimiliki agar suatu badan usaha jasa konstruksi dapat menjalankan usahanya di Indonesia.

Terkait badan usaha apa saja yang harus memiliki SIUJK di Indonesia meliputi konsultan perencanaan jasa konstruksi, pelaksanaan jasa konstruksi, hingga pengawasannya. Ketiga bidang ini wajib memegang SIUJK sebelum mereka diakui secara resmi boleh menjalankan proyek jasa konstruksi di Indonesia. Terkait syaratnya sendiri, bisa dibedakan dari bentuk perusahaannya berikut ini.

Tiga Bentuk Perusahaan dan Karakteristiknya
Di Indonesia sendiri diatur tiga jenis bentuk dari perusahaan jasa konstruksi yang wajib memiliki SIUJK dalam penyelenggaraannya. Ketiga jasa konstruksi ini dibedakan berdasarkan berbagai faktor, berikut karakteristiknya:

1. Badan Hukum
Bentuk perusahaan jasa konstruksi berbadan hukum adalah bentuk usaha jasa konstruksi yang bisa dibilang bentuk terbesar di antara tiga jenis usaha jasa konstruksi lainnya. Suatu badan usaha  masuk ke dalam jenis berbadan hukum ketika ia memiliki biaya besar dalam penyelenggaraan jasa konstruksinya.

Selain itu, perusahaan seperti ini menangani proyek-proyek berisiko besar seperti infrastruktur publik jalan, bandara, pelabuhan dan sektor yang memang memiliki risiko yang besar. Dari faktor teknologi yang dikuasainya sendiri, perusahaan berbadan hukum sudah menguasai teknologi tinggi karena memang berkaitan dengan proyek yang mereka kerjakan.

2. Badan Usaha
Nomor dua setelah bentuk perusahaan jasa konstruksi berbadan hukum adalah perusahaan berbadan usaha. Perusahaan satu ini bisa dikatakan satu langkah di bawah perusahaan badan hukum yang memang menangani proyek berisiko sedang. Bisa dikatakan perusahaan badan usaha tidak menangani proyek strategis dan vital dan hanya bangunan berisiko sedang saja.

Untuk teknologi yang dikuasainya sendiri karena memang menangani proyek sedang maka perusahaan ini mampu menggunakan teknologi madya. Dilihat dari segi kemampuan pembiayaan, perusahaan yang masuk ke dalam kategori badan usaha memiliki kemampuan finansial sedang.

3. Perseorangan
Sesuai dengan namanya, bentuk perusahaan perseorangan tentu memiliki karakteristik yang jauh di bawah badan hukum dan badan usaha. Bentuk perusahaan perseorangan di dalam jasa konstruksi hanya memiliki kemampuan finansial atau pembiayaan yang kecil dan terbatas. Untuk itu, proyek yang dijalankan pun adalah proyek biasa dengan risiko kecil. Sementara ditinjau dari segi teknologi yang dikuasai, perusahaan perseorang hanya mampu menjalankan teknologi sederhana.

Kualifikasi yang diterapkan untuk menentukan suatu usaha jasa konstruksi masuk ke dalam kualifikasi besar, menengah hingga kecil ada 4. Faktor pertama dilihat dari penjualan tahunan kemudian kemampuan keuangannya. Faktor berikutnya adalah kemampuan perusahaan tersebut dalam menyediakan peralatan konstruksi dan tersedianya tenaga kerja berkualitas. Anda akan dibantu oleh jasa pembuatan SIUJK dalam penentuannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar